Data pelanggan bukanlah hal yang boleh diremehkan oleh setiap perusahaan. Baik dalam bidang B2B (Business-to-Business) ataupun B2C (Business-to-Consumer), data konsumen menjadi hal vital yang digunakan untuk riset personalisasi pemasaran.

Ketika CEO dari Janrain, Larry Drebes, melakukan studi terhadap pengalaman konsumen daring, ia mendapatkan jawaban bahwa konten yang relevan dengan data-data pelanggan akan lebih menarik perhatian konsumen. Terlebih, sejak beberapa dekade yang lalu, kita sudah mengetahui bahwa isi surel yang terpersonalisasi lebih disukai oleh penerima pesan daripada isi surel yang umum.

Dalam artikel berikut, kamu akan diajak mengetahui pentingnya penggunaan data pelanggan untuk menciptakan pemasaran yang terpersonalisasi beserta tips-tipsnya. Mari simak dengan saksama!

Personalisasi Pemasaran

Pentingnya Penggunaan Data Pelanggan dalam Personalisasi Pemasaran Bisnis

Berikut kami sajikan berbagai alasan berbasis data yang menunjukkan betapa pentingnya data konsumen untuk pemasaran perusahaan yang terpersonalisasi.

Manfaat dan Tantangan Personalisasi dalam Pemasaran

Data Preferensi Konsumen Bermanfaat untuk Mempersonalisasi Pemasaran

Penggunaan Preferensi Privasi Data Penting untuk Personalisasi Pemasaran

Konsumen Lebih Nyaman Mengetahui Cara Perusahaan Menggunakan Data-Data Mereka

Bagaimana Perusahaan Menggunakan Data Pelanggan untuk Menjalankan Kampanye Terpersonalisasi?

Inilah beberapa cara perusahaan menggunakan data pelanggan untuk personalisasi pemasaran!

1. Menggunakan data untuk meningkatkan pengalaman pelanggan

Pertama-tama, pemasar perlu memutuskan jenis data yang akan digunakan. Beberapa tipe data yang bisa meningkatkan pengalaman pelanggan, antara lain, data demografis, firmografis, perilaku, serta kontekstual. Setelah mendapatkan data-data yang pas, barulah pemasar bisa melakukan tindakan lebih lanjut.

2. Memakai data untuk mengirimkan surel terpersonalisasi

Pelanggan sangat menyukai surel yang dikirim secara personal. Ketika sudah memperoleh data-data pelanggan, perusahaan akan menerapkan langkah-langkah seperti menyebutkan nama depan calon pelanggan, menuliskan kalimat yang manusiawi dalam berkomunikasi, serta menuliskan konten yang diperkirakan dapat menyelesaikan pengalaman pelanggan.

3. Menggunakan data untuk mengobrol dengan calon pelanggan secara real time

Sekarang, live chat bukan lagi hal asing dalam pemasaran bisnis. Biasanya, staf pelayanan pelanggan akan menanyakan data-data calon pelanggan untuk memberikan solusi saat live chat. Setelah memberikan solusi, pemasar bisa menyisipkan kalimat promosi secara halus berdasarkan data pelanggan untuk menarik minat.

4. Memakai data pelanggan untuk melakukan tindak lanjut (follow-up) terpersonalisasi

Pelanggan yang berkunjung dan tidak pernah kembali bukanlah sesuatu yang jarang. Nah, untuk membuat pelanggan seperti ini kembali, pemasar bisa menggunakan data-data untuk melakukan tindak lanjut terpersonalisasi. Contohnya, menyebutkan produk yang membuat mereka tertarik atau mencoba membantu pelanggan menyelesaikan masalah yang mereka hadapi.

Nah, sudah paham betapa pentingnya penggunaan data pelanggan untuk personalisasi pemasaran? Jika sudah, saatnya kamu memanfaatkan data konsumen untuk kepentingan perusahaan yang positif dengan mengikuti cara-cara yang telah dibahas di atas.

Semoga bisnismu lancar, ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *